Jumat, 27 Februari 2015
Bag. 4
CHAPTER 4
Setelah 3 tahun berturut – turut menjadi seorang mahasiswa yang teladan, saking teladannya nilai ujian semesterku C,,ga’ usah aku sebutin mata kuliahnya apa? Malu ntar dosennya ngamuk....”itu karna kamu sering datang terlambat Vhika” (##nama disamarkan). Lah..trus hubungannya sama mata kuliahku apa? Masa’ cuman datang terlambat aja nilaiku sejelek itu”...anything problem!
Aku bersyukur selama
kuliah di kampus IAIN, aku punya banyak teman yang beragam suku tapi bangsanya
tetap sama. Aku punya sahabat yang selalu ngerti,care,dan selalu ada kalo aku dirundung masalah. Bahkan sampe
nilaiku jelek mereka ngasih motivasi dan support untuk belajar terus jangan
mudah terpengaruh dengan lingkungan.
Tersadar aku inilah roda
kehidupan, karna ga’ semua orang selalu berada di atas terus, ada saatnya kita
akan di bawah. Begitulah alur kehidupanku saat ini. Maka untuk memperbaiki
segala kesalahan, kemalasanku yang tidak memperdulikan kuliah semenjak semester
3 dan 4. Aku sering mengabaikannya. Sama seperti sastra dia tak lagi ku jamah.
Bahkan buku – buku bacaanku telah diselimuti abu. Hanya sesekali aku
membersihkan mereka, membuka lembaran demi lembaran dan menutupnya kembali,
diaryku pun telah kusam. Gambarnya mulai pudar dari yang biru mudah menjadi
biru tua,,,tulisan – tulisan didalamnya telah luntur kemungkinan besar tinta
pulpennya mengeluarkan air mata,karena selalu merindukan keberadaankku yang tak
pernah kulihat dan ku baca.
Inilah akibat syndrom
kasmaran, maka semuanya berubah total. Aku selalu terpengaruh dengan keadaan
yang membawaku dalam ketidaksadaranku. Ternyata selama ini cinta membutakan
pikiranku.
Kini aku bangkit kembali.
Belajar dengan penuh semangat, tugas – tugas kampus kukerjakan tepat waktu,
akhirnya pada semester berikutnya IP-ku melonjak naik. Rasa terharu pada diri
sendiri dengan apa yang kuusahakan belakang ini. Maka selama dua tahun untuk
meneruskan karyaku sedikit ku cancel.
Aku makin sibuk dengan persiapan KKN-ku dan berbagai agenda lainnya.
BAG.5
CHAPTER 5
Menjelang semester Delapan aku mulai
sibuk dengan skripsiku.
Hal yang paling
menyedihkan ketika itu adalah berat badanku turun drastis. Aku ga’ tahu mungkin
pengaruh stress dengan skripsi, yang jelas badanku kembali kurus setelah aku
mengalami penderitaan selama dua bulan akibat serangan Magh.
Setelah kembali dari KKN
aku mulai sibuk dengan menyusun skripsi. Karena ujian proposal sudah depan
mata. Aku menjalani semua itu dengan perlahan tapi tepat sesuai yang
kurencanakan. Alhasil, ketika bulan Agustus kembalinya dari penelitian, aku
menghadapi yang namanya ujian meja. Sidang Munaqsyah kali ini begitu berat. Tak
banyak berharap lebih kepada Tuhan, yang penting bisa menjawab di depan dosen
Penguji.
Alhamdulillah semuanya
selesai dalam waktu stengah Jam. Walaupun sedikit bengkok menjawabnya..hehehe
Yupzz....dan yang
kutunggu-tunggu yaitu Yudisium. Keesokan harinya pengumuman Yudisium, aku dan
teman-temanku berharap cemas akan pengumuman hasil dari ujian skripsi kami
sebelumnya. Setelah nama teman-temanku
dipanggil, tibalah namaku dan apa yang kuharapkan ternyata diluar
prediksiku, “owwhh...rasanya dunia ini mau runtuh”,,,ohh..iya Yudisiumku AMAT
BAIK. Ga’salah nich pak...???
Dalam hatiku mungkin
karena pengaruh nilaiku “C” jadi, aku tak mendapat CUMLAUDE. Tak apalah inilah
dari hasil kerja kerasku selama 4 tahun.
Pulang ke rumah dengan
rasa bangga dan terharu, apalagi dijemput kakakku senanngya ga’ kebayang,
karena aku dibawa jalan-jalan sepanjang Pasar. Hahaha...ga’ elit banget! :D
***~~~~***
Bulan September pun tiba!
Bulan ini adalah moment
sakral buatku. Mengapa tidak?? Aku akan menjadi anak pertama yang buat bangga
mamaku, meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) itulah yang kuharapkan
sejak aku kecil. Meskipun awalnya yang kuinginkan adalah Sarjana Sastra. “But i know, the
infinite have the good plan of me”. (cieeehhh..pake inggris segala)
Setelah
nomor Alumniku disebutkan dan dipanggil namaku serta gelarnya..tiba-tiba
kepalaku membesar, kenapa dosenku tiba-tiba berubah pikirannya yahh???
Predikatku CUMLAUDE...
Ya..Allah
ini amazing banget mba’ bro!!! Ga’
mimpi,,,ga’ nyangka aja!!
Ah....rasa
bangga, sebenarnya pas mau jabatan tangan sama Pak Rektor pingin nangis,, tapi
takut ama bulu mata anti badaiku ntar lepas. Dan inilah yang bisa kuberikan
untuk mamaku tersayang, keluargaku, dan calon imamku!!! Mereka cukup bangga
padaku.
Setelah
semuanya berakhir dan memperoleh ijazah S1. Aku pulang kampung dengan bekal
ilmu baruku. Dan di kampung halaman tempat aku dilahirkan, aku mengabdi di sekolah
menengah pertama. Sekolah yang dulu tempat aku menimbah ilmu, sekolah yang
pernah mengajarkanku mencintai teman kelasku. Dan kini aku kembali dengan ilmu
untuk adik-adiku.
Mungkin
ini juga dari cita-citaku yang terpendam, pingin jadi penyair. Puji syukur
Kepala Sekolah memberikan tanggung jawab dan kepercayaan untuk mengemban dua
Mata Pelajaran sekaligus, yaitu Pendidikan Agama Islam yang memang jurusanku
dan Bahasa Indonesia yaitu sesuai bakatku yang terpendam menjadi penyair dan
penulis novel. Hehehe
Ending, dari
semuanya kini aku menjalani profesi baruku menjadi guru Honorer di Sekolahku
dulu. dan cita-citaku yang pertama telah kugapai. Lanjut menjadi istri untuk
suamiku kelak dan seorang ibu untuk anak-anaku kelak. Amiin J
Tapi...guys jodohnya belum datang-datang.....!!
L
hmmmphh...sabar Vik,, yaah
Allright....see
you next ..bye..bye. Tunggu kisah selanjutnya Yahhh!!! J
SKRIPSI "OPTIMALISASI MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PAI"
OPTIMALISASI
MANAJEMEN
KELAS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI
SMP NEGERI 5 PAGIMANA KABUPATEN BANGGAI
SKRIPSI
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan
Islam (S.Pd.I) Pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam
Negeri
(IAIN) Palu
Oleh:
MARDIA
MANEKA
NIM :
10.1.01.0031
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PALU
2014
Langganan:
Postingan (Atom)
